Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Nama-nama Komponen pada Handphone beserta Fungsinya


Pada kali ini saya mau menjelaskan tentang Kumpulan Nama - nama Komponen pada Handphone berserta Fungsinya, serta simbol-simbolnya. Oke Langsung aja ya.

Penjelasan Komponen Handphone beserta Fungsinya:

1. RESISTOR (Tahanan) Simbolnya ( R ) Satuan Ohm ( Ω )

Resisitor pada Handphone berbeda dengan resistor pada Komponen Elektronik biasanya atau umum. Resistor ini tidak memiliki gelang warna yang akan menunjukan nilai hambatan. Resistor ini berfungsi sebagai penahan arus agar arus-arus yang melewati resistor ini tidak melampaui batas. Tetapi fungsi Resistor pada umumnya adalah sebagai hambatan yang dapat menyesuaikan arus yang melewatinya saja. Karena setiap komponen ini membutukan arus yang besarnya beda-beda (variatif). Maka oleh karena itulah Resistor sangat berperan penting sekali. Resistor yang besar juga biasanya terdapat pada jalur utama Tegangan Baterai, Tegangan Charger pengisian pada jalur Supply tegangan untuk IC PA dan lain sebagainya.

2. CAPASITOR (Kondensator) Simbolnya ( C ) Satuan farad (µ, η, ρ)

Capasitor ini berfungsi sebagai penyimpanan arus dan penstabilan tegangan. Ada dua macam kapasitor yaitu:
  • Capasitor Elektronik: Memiliki 2 kutub yang berbeda - beda yaitu Katoda ( - ) dan Anoda ( + ) dan juga pemasangannya pun tidak boleh terbalik polaritasnya/kutubnya jadi harus berhati - hati.
  • Capasitor Keramik biasa: Tidak memiliki kutub yang berbeda seperti Capasitor yang saya sebutkan diatas, Pemasangannya pun boleh terbalik. Warnanya pun biasanya Coklat, atau abu-abu.

Pada rangkaian HP biasanya kutub Katoda Capasitor dihubungkan Ground pada jalur power. Fungsinya sebagai penstabilan arus. Agar arus yang mengalir pada jalur tersebut stabil.

3. DIODE (Dioda) Simbolnya (Q, D, V, N)

Dioda berfungsi/sebagai penyearah arus pada rangkaian Handphone. Pada awalnya Arus Bolak-balik (AC/Alternating Current) atau Tegangan DC tidak akan murni setelah melewati dioda ini menjadi arus searah (DC/Direct Currert). Dioda ini memiliki polaritas/kutub yaitu Anoda(+) dan Katoda(-). Pemasanganya tidak boleh terbalik. Biasanya yang ada memiliki tanda garis putih adalah katoda(-).

Tetapi ada juga Dioda yang dapat memancarkan cahaya yang disebut LED (Light Emitting Diode). Led ini fungsinya sebagai penerang LCD/Keypad/Signal lampu. Orang - orang sering menyebut nya LED ini dengan sebutan lampu, karena dapat memancarkan cahaya. Nah hal ini boleh-boleh saja. Tetapi secara teknis, pengertian LED dan Lampu berbeda loh. Kalau Lampu tidak memiliki polaritas, sedangkan LED memiliki polaritas dan pemasagannya tidak ada yang boleh terbalik. Jika terbalik maka tidak akan memancarkan cahaya, Malah akan menghambat arus yang masuk. LED ini biasanya berwarna hijau, kuning atau merah, Tetapi ada juga LED yg memiliki iluminasi. Yang lebih bagus tinggi atau disebut super. Contohnya LED Super White, LED Super Blue. Dengan pancaran sinarnya yang bisa melebihi LED biasa. Pada saat ini pergantian LED biasa dengan LED Super sedang trending Agar Handphone kelihatan lebih terang dan lebih gaya joss.

4. TRANSISTOR Simbolnya (Q, N, V)

Transistor ini berfungsi secara karakteristik sama dengan dioda. Gabungan dua dioda bisa disebut Transistor. Fungsi dari Transistor ini banyak sekali pada rangkaian elektronika. Transistor sebagai saklar, sebagai penguat frekuensi, dan juga sebagai pencampur frekuensi. Biasanya Transistor pada rangkaian Handphone sudah dijadikan 1 modul dalam bentuk IC. Transistor umumnya berwarna hitam dan ada memiliki tiga kaki yaitu Basis, Emitor, kolektor.

5. COIL (Kumparan/Lilitan) Simbolnya ( L )

Coil (spul) atau biasa sering disebut Lilitan, terbagi menjadi macam-macam multifungsi. Antara lain Coil sebagai penghubung yang fungsinya untuk menyambung jalur-jalur utama antara blok, gunanya untuk memudahkan pemeriksaan sewaktu-waktu saat diperlukan agar tiap blok terpisah. Lalu Coil untuk Loudspeker, Buzzer, Vibrator dan lain sebagainya.
Berfungsi untuk memperbesar output suara. Kemudian ada Coil untuk Antena dan juga Coil untuk trafo frekuensi menegah. Bentuk seluruh coil ini berbeda-berbeda. Tetapi fungsinya hampir sama. Coil tidak memiliki polaritas, jadi boleh dipasang terbalik menurut saya.
Bentuk Coil ada juga yang mirip Capasitor. Hanya beda warnanya saja yang Abu-abu agak kehitaman.

6. Trafo IF (Trafo frekuensi Menegah) Simbolnya (T)

Trafo ini digunakan untuk penguat frekuensi menegah pada bagian RF. Melalui trafo ini gelombang HF yang akan diterima dapat ditangkap dan diperkuat oleh Trafo IF ini. Warna dari trafo ini umumnya berwarna putih dengan 5-6 kaki berbentuk kotak persegi.

7. Filter RX/TX (Receiver / Transmitter) Simbolnya ( Z )

Filter RX/TX ini hanya dapat ada dibagian RF saja. Ada 3 jenis filter HF? Yaitu Filter HF HPF (High Pass Filter),dan LPF (Low Pass Filter), dan juga BPF (Band Pass Filter). Yang pada umumnya digunakan untuk rangkaian Handphone adalah Filter BPF.
Fungsinya dari pada filter ini adalah untuk menyaring dan menyeleksi frekuensi yang berhak melewati filter tersebut ini adalah MHZ. tetapi tergantung resistansi filter tersebut.
Contohnya : HF BPF Filter 935-960 MHZ. berarti Filter ini Adalah Filter yang fungsinya untuk menyaring Frekuensi Tinggi yang akan masuk, agar setelah melewati filter tersebut, frekuensi yang diperbolehkan lewat adalah frekuensi dengan ber-Bandwich 935-960 Mhz. frekuensi yang diatas atau dibawah itu tidak akan dapat lewat.
Ada berbagai macam-macam jenis filter yaitu Filter pada jalur penerima disebut RX Filter. Sedangkan untuk jalur pemanacar disebut TX Filter. dan dibagi Menjadi Filter GSM 900 Mhz (satelindo, Telkomsel, XL) atau juga Filter PCN/DCS 1800 Mhz (IM3). dan ada juga filter 71 Mhz, dan lain sebagainya.

8. Relai Switch

Relai Switch ini biasanya terdapat pada Handphone yang memiliki flip seperti buka tutup. Bentuknya ada dua bagian kawat yang terbungkus tabung kaca, dan juga ada yang berbentuk Transistor. Relai Switch ini bekerja bila ada gaya medan magnet pergerakan. Jika Relai ini Rusak/Short/Terhubung terus, bias jadi handphone memiliki gejala kerusakan seperti mati total, LCD Blank, Keypad Hang dan lain sebagainya. Relai seperti ini biasanya ada di Handphone Ericsson, Motorola, Samsung, nokia dan lain sebagainya.

9. VCO (Voltage Control Oscillator)

VCO ini ada yang sudah terbentuk menjadi satu modul / blok. Ada juga yang masih berupa rangkaian pada PWB.
Fungsi dari VCO ini pada Handphone adalah suatu Oscillator/pembangkit Gelombang Frekuensi lokal yang akan mengirim kepada IC IF Mixer. Oleh IC Mixer, Frekuensi tersebut akan tercampur dengan High Frekuensi yang datang dari Antena pada jalur RX. Selisih pada Gelombang  kedua Frekuensi tersebut, Hasilnya akan dikirim ke IC Audio berguna akan diolah lagi menjadi frekuensi suara yang dapat didengar oleh anda.
Proses ini dinamakan Demodulation (Penurunan frekuensi). Nah sedangkan pada jalur TX Gelombang suara dari Microphone masuk ke IC Audio (IC ADC=Analog To Digital Converter), akan diolah menjadi frekuensi Data. Lalu akan masuk ke IC Mixer/IC IF. Gelombang VCO juga akan ikut masuk ke dalam IC Mixer. Penggabungan kedua frekuensi itu pada akhirnya dikirim ke IC PA agar bisa transmit ke Antena. Proses pada jalur TX ini disebut Modulation (Penaikkan frekuensi).

10. Sleep Clock Crystal 32 Khz Simbolnya (B)

Sleep Clock Crystal selain berfungsi untuk menampilkan jam pada display (Real Time Clock). Dapat juga dapat berfungsi sebagai pembangakit frekuensi yang diperkuat terlebih dahulu oleh IC Power. Gejala yang akan timbul bila Crystal ini rusak adalah tampilan jam tidak dapat bergerak atau berjalan seperti biasanya, handphone suka terasa hang ataupun mati hidup sendiri, Signal tidak stabil, Sleep Clock yang diterima IC CPU tidak berkerja optimal sehingga kerja processor menjadi tidak stabil/lambat. Dengan kerja Processor yang tidak stabil itulah sehingga gejala-gejala yang diatas akan muncul.

11. Main Clock System Crystal 13 Mhz Simbolnya (G)

Main Clock System Crystal ini membangkitkan getaran frekuensi 13 Mhz untuk dikirim sebagai Main Clock System bagi CPU berguna menjalankan tugasnya sebagai processor. dan juga Crystal ini berfungsi sebagai Reference Frequency 13 Mhz untuk bagaian RF.Jika ada Crytal 26 Mhz maka Frekuensi 26 Mhz itu pasti akan masuk dulu ke dalam IC IF Signal Processor untuk dibagi menjadi dua (Divider System) sehingga terbentuk frekuensi 13 Mhz yang pada akhirnya akan dikirim ke CPU juga. Kalau Crystal ini rusak / tidak bekerja sama sekali maka Handphone tidak akan dapat hidup lagi. Mengapa? Karena IC CPU tidak akan bekerja kalau tidak mendapat signal frekuensi 13 Mhz dari Main Crystal tersebut. Sedangkan kalau Crystal ini nilainya melenceng 0,001 Mhz saja (Contoh : 13,001 Mhz) maka Handphone tersebut tidak akan dapat signal. Jika dapat pun maka signal nya yang tampil tidak akan stabil (naik-turun).

12. IC Antena Switch

Antena Switch ini pada handphone berfungsi sebagai pemisah jalur pada saat Transmit maupun pada saat Receive, dan Juga pemisah jalur untuk frekuensi 900/1800 Mhz (GSM/PCN).
Terdapat pada Handphone Single Band hanya ada dua jalur RX atau TX. Sedangkan untuk handphone Dual Band ada empat alur yang digunakan yaitu RX GSM, RX PCN, TX GSM, TX PCN.
Pemisahan jalur ini sangatlah penting agar bisa dibedakan frekuensi-frekuensi nya Sehingga agar frekuensi tersebut tidak akan saling interference / bentrok, yang akan menggangu kestabilan signal atau sinyal pada Handphone tersebut.


13. IC PA (Power Amplifier)

Nah IC PA ini berfungsi untuk meningkatkan kekuatan frekuensi yang datang dari IC IF Signal Proccesor agar frekuensi tersebut dapat langsung keluar melewati Antena menuju Radio Base Station (RBS) paling dekat.
Sehingga dari RBS tersebut dikirim ke Operator dan akhirnya dapat dikirim ke Handphone penerima (lawan bicara kita saat telpon). Bila IC PA ini rusak maka signal yang muncul hanyanlah signal semu yang tidak dapat diperguanakan, karena signal mentok di input pin IC PA tidak dapat transmit keluar Antena sehingga handphone tersebut tidak mendapat signal yang didapat dan tidak dapat transmit keluar antena. Sehingga Handphone tersebut pada akhirnya tidak mendapatkan signal.
Kekuatan dari radiasi PA dapat dilihat dari terang/gelapnya Antena lampu ataupun inti dari radiasi lampu yang ditempelkan di belakang casing dekat daerah IC PA. dan pada efek samping yang ditimbulkan oleh PA ini adalah Handphone bisa menjadi mati total ataupun baterai yang boros.
Mengapa gejala ini bias terjadi ? Karena hal ini disebabkan karena PA tersebut konslet/short. Yaitu antara kutub + dan Ground tegangan baterai pada IC PA terhubung langsung. Sehingga Handphone tersebut tidak dapat bisa hidup.

14. IC CPU (Central Processing Unit)

CPU ini adalah otaknya Handphone. CPU yang berfungsi berperan sebagai processor yang mengatur segala kegiatan system kerja pada Handphone anda. CPU juga yang memerintahkan IC-IC lain untuk bekerja (memberi signal data kepada IC lain). Nah kalau IC CPU mati maka IC/Komponen lainnya juga akan tidak dapat bekerja, hal ini disebabkan karena tidak ada yang memerintahnya bekerja. CPU ini tidak dapat bekerja bisa disebabkan berbagai banyak hal, antara lain :

  • IC CPU itu sendiri sudah rusak.
  • Jalur pada IC CPU putus.
  • IC CPU tidak mendapat tegangan kerja dari IC Power. (Vcore).
  • IC CPU tidak mendapat frekuensi system 13 Mhz, dan 32 Khz dari Crystal.
  • IC Memory Datanya error. IC CPU bekerja berdasarkan data yang ada pada IC Memory. Jika tidak ada data yang bisa diambil maka IC CPU tidak dapat bekerja.
  • Dan lain sebagainya.


15. IC Memory

IC Memory pada Handphone terdiri dari 3 bagian yaitu :

  1. IC RAM (Random Access Memory) : Berisi data-data vital yang berhubungan dengan type Handphone kalian tersebut.
  2. IC EEPROM (Electronic Erasable Programmable Memory) : Berisi data-data vital Handphone, terutama yang menyangkut Nomor. IMEI Handphone kalian tersebut, IC EEPROM ini juga dapat diubah/diprogram melalui software yang tersedia untuk masing-masing type Handphone.
  3. IC FLASH : Berisi data-data software Handphone. Misalnya pada type handphone Versi, tahun pembuatan, isi menu, bahasa, nada dering, logo, dan lain sebagainya.

Dibagi juga menjadi MCU (Master Control Unit) dan PPM (Post -Programmable Memory)- Pada umumnya yang diubah adalah bagian PPM. Data pada IC Flash ini dengan mudahnya dapat di upgrade/di ubah melalui software yang tersedia untuk type-Handphone yang bersangkutan dengan media kabel data (USB).

16. IC POWER (Regulator Power Supply)

IC Power pada Handphone berfungsi untuk membagikan tegangan batere yang keluar masuk untuk didistribusikan/menyalurkan kepada setiap komponen yang memerlukannya. Bila IC power ini rusak maka Handphone tersebut jelas akan mati total. Tetapi jika ada jalur yg terputus, misalnya.jalur power untuk pada bagian RF, Maka akan ada kemungkinan Handphone tidak akan mendapatkan signal yang disebabkan oleh IC Power. Jadi jika jalur power untuk Buzzer putus, maka Handphone tidak akan mengeluarkan nada dering / tone.
jadi kegunaan IC Power itu sangat vital dalam rangkaian suatu Handphone tersebut.

17. IC AUDIO

IC Audio ini berfungsi sebagai pengubah pada frekuensi data yang dikirim dari bagian RF, dan diolah di IC Audio sehingga menjadi frekuensi suara yang keluar melalui speaker. Proses ini sering disebut DAC ( Digital to Analog Converter). Sedangkan kebalikannya / juga berfungsi mengubah frekuensi suara menjadi frekuensi data yarg akan dikirim kepada bagian RF. Proses ini juga disebut ADC ( Analog to Digital Converter). Bila IC Audio ini rusak ataupun jalumya putus. Maka handphone tidak akan ada suara yang keluar. dan juga jika ada jalur RX/TX terganggu, maka handphone akan mengakibatkan hilangnya signal, juga dapat mengakibatkan Contact Service pada Handphone. Jika Speaker/Microphone setelah diukur hasilnya bagus, tapi tidak ada suara yang keluar, kemungkinan besar hal ini disebabkan dari IC Audio ini rusak.

18. IC IF/RF SIGNAL PROCESSOR

IC IF ini adalah IC sinyal yang terdapat pada bagian RF Fungsinya sebagai mixer yaitu tempat pencampuran signal frekuensi tinggi dengan signal yang dikeluarkan oleh VCO. dan juga berfungsi sebagai pengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi menengah / frekuensi data. Dan dapat juga mengolah frekuensi dari Crystal Oscillation untuk dikirimkan  ke CPU.

Demikian hanya itu penjelasan dari Dongkrak HP tentang Kumpulan Nama-nama Komponen pada Handphone berserta Fungsinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua dalam dunia elektronik. Salam teknisi indo. Sampai jumpa pada pembahasan selanjutanya.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Nama-nama Komponen pada Handphone beserta Fungsinya"